Teknologi

7 Kesalahan Umum Saat Belajar Next.js Tutorial Pertama

18
×

7 Kesalahan Umum Saat Belajar Next.js Tutorial Pertama

Share this article

7 Kesalahan Umum Saat Belajar Next.js Tutorial Pertama

Banyak developer pemula yang sudah bersemangat mengikuti Next.js tutorial pertama mereka, lalu tiba-tiba mentok di tengah jalan tanpa tahu apa yang salah. Proyek tidak jalan, error muncul bertubi-tubi, dan dokumentasi terasa seperti membaca kamus bahasa asing. Ini bukan berarti mereka tidak berbakat — ini hanya soal jebakan yang hampir semua orang alami di awal.

Next.js memang terkenal sebagai framework React yang powerful, dengan fitur seperti server-side rendering, static site generation, dan App Router yang makin matang di 2026. Tapi justru karena fiturnya banyak, banyak pemula salah langkah sejak awal. Mereka belajar dari tutorial yang sudah usang, salah memahami konsep dasar, atau memaksakan pola dari framework lain ke dalam Next.js.

Nah, daripada Anda mengulang kesalahan yang sama, lebih baik kita bedah satu per satu. Berikut tujuh kesalahan paling umum yang perlu Anda waspadai sebelum atau selama belajar Next.js untuk pertama kalinya.


Kesalahan Fatal Saat Memulai Next.js Tutorial yang Sering Diabaikan

1. Mengikuti Tutorial Lama yang Belum Update ke App Router

Ini yang paling sering terjadi. Banyak tutorial di YouTube atau blog masih menggunakan Pages Router (`/pages` directory), sementara Next.js 13 ke atas sudah beralih ke App Router sebagai pendekatan utama. Hasilnya? Kode dari tutorial tidak cocok dengan struktur proyek baru, dan pemula bingung kenapa file `_app.js` mereka tidak dikenali.

Solusinya sederhana: cek dulu tahun publikasi tutorial. Di 2026, pastikan Anda memilih tutorial yang secara eksplisit menyebut App Router dan Next.js versi 14 atau 15. Dokumentasi resmi di nextjs.org adalah sumber paling aman.

2. Langsung Lompat ke Proyek Besar Tanpa Paham Routing Dasar

Coba bayangkan membangun rumah tanpa tahu cara memasang pintu. Tidak sedikit yang langsung membuat aplikasi e-commerce atau dashboard kompleks padahal belum paham cara kerja `Link` component, dynamic routes, atau nested layouts di App Router. Ini bikin frustrasi berlipat ganda.

Mulai dari proyek kecil — halaman statis sederhana, lalu tambahkan routing dinamis satu per satu. Pahami dulu perbedaan antara Server Component dan Client Component sebelum melangkah lebih jauh.


Salah Paham Konsep yang Bikin Kode Next.js Tidak Optimal

3. Tidak Mengerti Kapan Pakai `”use client”`

Ini jebakan paling klasik di era App Router. Secara default, semua komponen di Next.js adalah Server Component. Banyak pemula langsung menambahkan `”use client”` di seluruh file begitu ada error, tanpa memahami konsekuensinya terhadap performa.

Server Component tidak bisa menggunakan hooks seperti `useState` atau `useEffect` — tapi bukan berarti semua komponen harus dijadikan Client Component. Pelajari dulu batas tanggung jawab masing-masing, dan isolasi interaktivitas hanya di komponen yang benar-benar membutuhkannya.

4. Mengabaikan File `loading.js` dan `error.js`

Next.js menyediakan konvensi file khusus untuk menangani state loading dan error secara elegan. Faktanya, banyak pemula melewatkan fitur ini karena tutorial yang mereka ikuti tidak membahasnya. Akibatnya, UX aplikasi terasa kasar dan tidak profesional.

Cukup buat file `loading.tsx` di dalam folder route yang sesuai, dan Next.js secara otomatis menampilkannya selama data di-fetch. Fitur sederhana ini tapi dampaknya besar untuk pengalaman pengguna.

5. Salah Mengelola Data Fetching

Di Next.js, Anda bisa fetch data langsung di Server Component tanpa `useEffect`. Tapi tidak sedikit yang tetap menggunakan pola lama — fetch di client side dengan `useEffect` dan `useState` — karena terbiasa dari React biasa. Ini bukan salah, tapi melewatkan keunggulan utama Next.js.

Pelajari cara menggunakan `async/await` langsung di dalam Server Component dan manfaatkan caching bawaan Next.js untuk optimasi performa.

6. Tidak Memanfaatkan Image Optimization Bawaan

Next.js punya komponen `` dari `next/image` yang secara otomatis melakukan lazy loading, resize, dan konversi format gambar. Banyak pemula mengabaikan ini dan tetap pakai tag `` HTML biasa — lalu heran kenapa skor Lighthouse mereka jelek.

Kebiasaan kecil ini punya dampak besar, terutama kalau Anda ingin performa Next.js yang optimal untuk SEO dan Core Web Vitals.

7. Skip Konfigurasi `next.config.js` dari Awal

File konfigurasi ini sering dianggap urusan nanti. Padahal banyak pengaturan penting — redirect, rewrite, environment variables, dan image domains — diatur di sini. Mengabaikannya di awal sering menyebabkan masalah saat deployment ke Vercel atau platform lain.


Kesimpulan

Belajar Next.js sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan, asalkan pondasinya benar sejak awal. Tujuh kesalahan di atas adalah pola yang berulang di kalangan pemula — dan kabar baiknya, semuanya bisa dihindari dengan memilih Next.js tutorial yang tepat dan memahami konsep sebelum langsung coding.

Di 2026, ekosistem Next.js terus berkembang pesat. Semakin Anda memahami cara kerja App Router, Server Component, dan data fetching modern, semakin efisien proses belajar Anda. Mulai pelan, bangun pemahaman yang solid, dan kesalahan-kesalahan ini tidak akan sempat Anda lakukan.


FAQ

Apa perbedaan Pages Router dan App Router di Next.js?

Pages Router menggunakan folder `/pages` sebagai struktur routing tradisional, sementara App Router menggunakan folder `/app` dengan dukungan Server Component, nested layouts, dan fitur modern lainnya. Sejak Next.js 13, App Router menjadi pendekatan yang direkomendasikan.

Kapan sebaiknya menggunakan `”use client”` di Next.js?

Gunakan `”use client”` hanya ketika komponen membutuhkan interaktivitas seperti event handler, hooks (`useState`, `useEffect`), atau akses ke browser API. Komponen yang hanya menampilkan data sebaiknya tetap sebagai Server Component untuk performa optimal.

Apakah Next.js cocok untuk pemula yang baru belajar React?

Sebaiknya pelajari dasar React terlebih dahulu sebelum beralih ke Next.js. Memahami konsep seperti props, state, dan hooks akan membuat proses belajar Next.js jauh lebih mudah dan tidak membingungkan.